Showing posts with label Lagi Bener. Show all posts
Showing posts with label Lagi Bener. Show all posts

Tuesday, 16 February 2016

Cita Cita Kamu Mau Jadi Apa ?

Gue masih inget banget gimana Bu Tini, wali kelas gue ketika TK dulu, nanya soal ini. Sebagai anak umur 4,5 tahun, kemungkinan jawaban gue cuma ada tiga:

1). Jadi power ranger merah.

2). Jadi supir angkot (Percaya sama gue, buat anak kecil, pekerjaan ini semacam surga dunia di pikiran mereka karena bisa dapet duit receh banyak). Atau,

3). Jadi power ranger merah yang jualan es krim.

Setelah mikir sekian lama, akhirnya gue memutuskan memilih jadi polisi buat ngejawab pertanyaan Bu Tini. Alesannya simple, karena pekerjaan power ranger dan polisi itu beda tipis. Ya walaupun sampe sekarang, gue ga pernah sih ngeliat ada polisi yang kemana-mana selalu pake helm full face dengan kostum yang warnanya bikin sakit mata pas lagi tugas. Ini polisi apa pembalap Moto GP?

Ngomongin soal cita-cita, sama aja dengan ngomongin masa depan. Ketika ngejawab pertanyaan di atas, gue belum ada bayangan sama sekali bakal kayak gimana masa depan gue. Gue hanya menjawab pertanyaan itu supaya bisa dapet nilai dari Bu Tini. Lucu ya gimana kita yang belum tau bakal kayak gimana hidup kita ke depan, tapi malah udah punya cita-cita? Ambil contoh Isaac Newton. Sewaktu kecil, dia pasti ga tau kalo di masa depan nanti, ketika lagi asik duduk di bawah pohon apel, dia bakal kejatuhan buahnya dan berhasil nemuin hukum gravitasi gara-gara itu. Banyak tokoh-tokoh besar dunia berawal dari seorang biasa-biasa aja yang ga tau mau di bawa kemana hidup mereka ke depan. Bukan ga mungkin sewaktu mereka kecil dan ditanya soal cita-citanya, mereka bakal ngejawab seperti yang gue lakukan di atas. Ga sedikit juga dari mereka yang berasal dari keluarga miskin yang ga punya apa-apa seperti Oprah Winfrey, contohnya. Atau seperti Jackie Chan, yang hampir aja dijual oleh ke dua orang tuanya seharga US$ 26 ke dokter kandungan yang udah ngebantu proses persalinannya karena ga mampu ngasih makan ketika Jackie masih bayi. Lihat gimana Charlie Chaplin yang harus menghabiskan masa mudanya dengan jadi gelandangan di jalan-jalan kota London. Tapi coba kalian perhatikan deh, mereka masih tetep optimis bakal berhasil dapetin cita-cita mereka. Orang-orang menyebut ini sebagai “Harapan”, nama lain dari “Iman”. Dengan harapan, kita jadi punya motivasi buat ngerubah jalan hidup kita. Motivasi buat ngedapetin apa yang selama ini kita impikan. Kita bisa punya dunia sendiri cuma dengan berharap. Mengharapkan cinta yang tak pasti bukan termasuk salah satunya.….

Bentar, kok kayaknya ada yang aneh, ya? Ah, sudahlah.

Agnes Monica dulu sebelum putus sama gue sempet ngomong gini: “Dream, Believe, and Make It Happen”. Ga cukup hanya dengan bermimpi dan percaya, kita juga harus berjuang buat dapetin cita-cita kita. Nelson Mandela ga bakal bisa ngebebasin rakyat Afrika Selatan dari rasisme kalo dia cuma berdiam diri sambil makan singkong goreng tiap hari di rumahnya. Emang sih, ada harga yang harus dibayar. Dia harus di penjara selama 27 tahun karena sikap anti-apartheid-nya itu. Tapi lihat deh hasil yang udah dia dapat sekarang. Dia berhasil mensejajarkan kaum kulit hitam Afrika dengan ras-ras lain di dunia. Semua tokoh-tokoh besar yang udah gue sebutin di atas punya satu visi yang sama: Mereka punya harapan buat ngerubah masa depan menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya dengan tindakan positif mereka. Ini keren. Asli. Saking kerennya, gue ga tau harus nulis apa lagi di paragraf ini. Jadi mari kita lanjut ke paragraf berikutnya.
Pertanyaan berikutnya adalah: “Setelah berhasil dapetin cita-cita yang kita mau, apa yang harus kita perbuat ke depannya?”. Jawabannya simple. Pakai cita-cita yang udah berhasil lo capai itu buat memberitakan ke semua orang tentang betapa baiknya Tuhan sama hidup lo. Buat orang-orang yang melihat lo jadi punya harapan untuk mengejar masa depan mereka. Buat mereka yakin kalo masa depan yang cerah itu bukan cuma milik mereka yang punya harta melimpah. Jangan jadi seperti Hitler yang ketika udah berhasil dapetin apa yang dia mau, jadi bertindak sesuka hatinya.

Ah aku bisa aja~
Share:

Saturday, 2 January 2016

Kesalahan Logika



Kesalahan logika, atau yang sering disebut juga logical fallacy, merupakan cacat atau sesat penalaran, yang tidak hanya sering (secara tak sengaja) digunakan oleh orang-orang yang kemampuan penalarannya terbatas, tetapi juga sering (secara sengaja) digunakan oleh orang-orang tertentu, termasuk media, untuk mempengaruhi orang lain. Berikut ini beberapa contoh logical fallacy yang mungkin tidak asing bagi kita. Semoga kita tidak terjebak propaganda, atau malah melakukan kesalahan penalaran, baik sengaja maupun tidak sengaja.


Strawman

Melebih-lebihkan, menyalahartikan atau bahkan memalsukan argumen seseorang, demi membuat argumen Anda yang menyerangnya terdengar lebih masuk akal.

Contoh: Jocovic berargumen bahwa berdasarkan pengamatannya di lapangan, nelayan dan petani tidak senang dengan koperasi karena yang mendapatkan modal hanya pengurusnya saja, sehingga hal ini perlu diperbaiki. Mendengar hal tersebut, lawan politik Jocovic menyatakan bahwa Jocovic menolak koperasi; koperasi tidak diperlukan di desa.


False Cause

Mengasumsikan bahwa ada hubungan sebab-akibat ( causation ) antara hal-hal yang terjadi secara bersamaan atau berurutan ( correlation ).

Contoh: Dalam beberapa abad terakhir, suhu bumi semakin panas. Sementara itu, pada kurun waktu yang sama, jumlah bajak laut pun semakin sedikit. Jadi, bajak laut lah yang membuat bumi dingin. Global warming hanyalah hoax.


Appeal To Emotion

Memanipulasi respons emosional untuk menggantikan atau menutupi argumen lain yang valid dan masuk akal.

Contoh: Seorang anak tidak mau menghabiskan makanannya. Lalu, sang ibu menasihatinya untuk memikirkan anak-anak yang kelaparan di Afrika yang tidak bisa mendapatkan makanan yang layak.

The Fallacy Fallacy

Mengasumsikan sebuah klaim pasti salah karena disampaikan dengan kesalahan penalaran. Jika P, maka Q. P salah penalaran. Jadi, Q salah.

Contoh: Farah menyarankan kita sebaiknya makan 4 sehat 5 sempurna hanya karena seorang ahli gizi menyatakan bahwa itu adalah gaya hidup yang populer. Lalu, Farhat menanggapinya dengan menyatakan Farah melakukan fallacy, jadi kita tidak perlu makan 4 sehat 5 sempurna.


Slippery Slope

Mengasumsikan jika situasi P terjadi, maka Q akan juga terjadi, tanpa didukung dengan bukti atau penalaran yang masuk akal. Karena itu, P tidak boleh terjadi.

Contoh: Seorang pejabat pemerintahan menolak melegalkan pernikahan beda-keyakinan, sebab jika diperbolehkan kelak mereka akan melegalkan pernikahan sesama jenis di masa depan.


Ad Hominem

Mendiskreditkan karakter atau kepribadian lawan untuk melemahkan argumen mereka.

Contoh: Prabsky mempresentasikan konsep Triple Helix tentang kerjasama universitas-industri-pemerintah dalam melakukan penelitian yang berdampak bagi masyarakat. Lawan politik Prabsky menanyakan ke publik apakah kita perlu mempercayai seseorang yang pernah terlibat penculikan aktivis di masa lalunya.

Tu Quoque

Menghindar dari kritik sekaligus mendiskreditkan lawan dengan menggunakan kritik yang sama yang disampaikan pada dirinya.

Contoh: Seorang ayah memperingatkan anaknya, "Nak, kamu jangan merokok ya. Merokok itu merugikan kesehatanmu." Lalu, si anak menjawab, "Ah, Ayah merokok tiap hari masih kelihatan sehat kok. Berarti merokok itu tidak ada hubungannya dengan kesehatan."

Personal Incredulity

Menganggap suatu hal itu pasti tidak benar hanya karena susah dipahami.

Contoh: Sekelompok politisi yang tidak percaya bahwa ada banyak relawan yang mendukung salah satu calon presiden tanpa bayaran sepeserpun akan menganggap bahwa dukungan tanpa syarat itu adalah sesuatu yang mustahil, tidak benar terjadi.

Special Pleading

Membuat pengecualian atas klaim sebelumnya yang ternyata terbukti salah.

Contoh: Seorang paranormal mengaku bisa menebak skor piala dunia. Suatu waktu, ketika tebakannya salah, ia berdalih bahwa hal tersebut pengecualian dikarenakan cuaca saat itu sedang tidak menentu.

Loaded Question

Mengajukan pertanyaan yang memiliki praduga secara implisit, sehingga tidak bisa dijawab tanpa terlihat bersalah.

Contoh: Meskipun Bob tahu Charlie tidak merokok, untuk menarik perhatian Alice, Bob menanyakan pertanyaan ini kepada Charlie: "Apakah kamu sudah berhenti merokok? Sudah atau belum?"

Burden Of Proof

Menyatakan bahwa orang lain lah yang harus membuktikan suatu klaim, bukan si pembuat klaim.

Contoh: Prabsky mengklaim bahwa ada potensi kerugian negara sebesar Rp 1000 Triliun per tahun. Karena belum ada seorang pun membuktikan opininya salah, maka ia mengklaim bahwa argumentasi tersebut benar.

Ambiguity

Menggunakan bahasa yang ambigu atau memiliki makna ganda untuk mengaburkan kebenaran.

Contoh: Ketika hakim bertanya kepada seorang pelanggar kenapa ia belum membayar denda parkir, si pelanggar menjawab bahwa ia tidak harus membayarnya karena tertera tanda "Fine for parking here".

The Gambler's Fallacy

Percaya bahwa jika sesuatu terjadi lebih sering dari kondisi normalnya, misalnya kejadian acak yang menghasilkan hasil yang sama secara terus menerus, maka peluang terjadinya hal yang sama akan lebih kecil di masa yang akan datang.

Contoh: Setelah melemparkan koin sebanyak 5 kali dan mendapati hasilnya selalu head, Howard percaya bahwa pada lemparan kali ini hampir pasti hasilnya tail.


Bandwagon

Percaya bahwa jika suatu hal itu populer dan diyakini oleh banyak orang, maka hal itu adalah kebenaran yang valid, tanpa perlu menyelidikinya lebih lanjut.

Contoh: Pada masa abad pertengahan (Medieval) banyak orang percaya bahwa Bumi itu datar. Hal ini dianggap sebagai kebenaran yang valid karena merupakan kepercayaan yang populer.


Appeal To Authority

Percaya bahwa jika otoritas menyatakan sesuatu, maka hal tersebut merupakan kebenaran yang valid, tanpa perlu menyelidikinya lebih lanjut.

Contoh: Pemerintah Ukraina membuat klaim bahwa kelompok separatis pro Rusia lah yang menembak jatuh pesawat MH-17. Tanpa menyelidiki apakah kelompok separatis benar-benar memiliki senjata mutakhir seperti itu, masyarakat Barat percaya terhadap klaim tersebut.

Composition Division

Menyatakan bahwa jika suatu bagian berperilaku tertentu, maka bagian lainnya atau keseluruhan objek tersebut berperilaku yang sama.

Contoh: Tubuh manusia dibangun dari banyak sel. Sel tidak kelihatan. Karena itu, tubuh manusia tidak kelihatan.

No True Scotsman

Menyatakan bahwa fakta yang tidak sesuai dengan klaim awal bukanlah fakta yang asli, atau patut masuk pengecualian.

Contoh:
A: "Tidak ada orang Skotlandia yang memberi gula ke buburnya."
B: "Aku orang Skotlandia, dan aku menaruh gula ke buburku."
A: "Tidak ada orang Skotlandia yang sejati yang memberi gula ke buburnya!"

Genetic

Menilai suatu pernyataan baik atau tidak berdasarkan dari mana pernyataan itu berasal, tanpa disertai argumentasi yang valid.

Contoh: Diberitakan bahwa ia terlibat kasus korupsi sapi, petinggi partai itu berdalih kita harus berhati-hati atas apa yang kita dengan dari media karena tidak semua media bisa diandalkan.

black-or-white

Mempresentasikan hanya 2 alternatif kemungkinan, padahal bisa jadi fakta sebenarnya adalah kemungkinan yang lain.

Contoh: Seorang simpatisan partai menghakimi teman-temannya yang tidak mendukung Prabsky sebagai fans fanatik Jocovic.

begging the question

Mempresentasikan argumen sirkular, yang mana kesimpulan argumen tersebut sudah ada di premis / pertanyaan yang diajukan. Jika P maka Q, dan P valid hanya jika Q diasumsikan valid.

Contoh: Penciptaan bumi dan segala isinya diawali dengan sebuah Big Bang. Karena itu, Big Bang itu memang benar ada.

appeal to nature

Percaya bahwa sesuatu itu benar atau valid karena sifatnya "natural" seperti itu, dan sebaliknya.

Contoh: Tubuh manusia bisa mendapatkan imunitas tanpa vaksin. Pemberian vaksin pada imunisasi bukanlah hal natural. Karena itu, imunisasi sebaiknya dilarang untuk anak-anak.

anecdotal

Menggunakan pengalaman pribadi sebagai dasar kebenaran yang valid, tanpa disertai argumentasi yang masuk akal.

Contoh: Kakek Alice adalah perokok berat yang menghabiskan 20 batang per hari dan beliau masih hidup sampai usia 97 tahun. Karena itu, Alice tidak percaya bahwa merokok tidak baik untuk kesehatan.

the texas sharpshooter

Memilih-milih data yang mendukung argumentasi kita, dan mengabaikan data lainnya, sehingga memberikan ilusi logika.

Contoh: Seorang entrepreneur sudah menciptakan beberapa bisnis yang gagal dan satu bisnis yang sangat sukses. Lalu, ia menggembar-gemborkan kemampuan entrepreneurship nya dengan menekankan kisah suksesnya dan menyembunyikan kisah gagalnya, sehingga banyak orang percaya ia adalah wirausahawan yang selalu sukses.


middle ground

Mengajukan klaim bahwa titik tengah di antara dua ekstrim pastilah kebenaran yang valid.

Contoh: Analyst A memberikan rekomendasi jual saham XYZ, sedangkan analyst B memberikan rekomendasi beli saham XYZ. Karena itu, aksi yang terbaik saat ini pastilah wait-and-see atau hold saham XYZ.


“When you have eliminated all which is impossible, 
then whatever remains, however improbable, must be the truth.” 
― Arthur Conan Doyle

Share:

Resolusi Tahun Baru

Tahun baru, semangat baru. Setiap orang berkata dalam hatinya ingin menjadi seseorang yang lebih baik di tahun yang baru. Beberapa target tahun baru ditulis, sebagian juga di-publish. Januari, semangat menggapai target-target itu masih on fire. Seiring berjalannya waktu, semangat itu turun teratur, kadang malah seperti kurva logaritma natural yang terbalik. Desember, sebagian besar panik karena banyak target yang belum tercapai sebelum akhirnya pasrah, nggak ada harapan. Bahkan katanya, 88% resolusi tahun baru itu berakhir gagal. Tahun baru berikutnya, kaum optimis mengulangi kegiatan ini lagi, sedangkan kaum pesimis merasa tidak perlu melakukan apa yang disebutnya kebodohan awal tahun.

Sebenarnya, yang jadi masalah pada resolusi tahun baru adalah willpower, overestimation, dan absurdity. Menjadi tekun itu tidak mudah (setidaknya bagi saya), intinya tentang bagaimana harus menjaga semangat tahun baru itu selama 365 hari, perlu patience dan persistence. Keeping a resolution isn't a 100-yard dash. It's a marathon. Kedua, kesalahan umum yang sering tidak kita sadari adalah menilai kemampuan diri kita terlalu tinggi, let's say saya ingin memenuhi lima puluh target tahun baru di berbagai bidang kehidupan. Terdengar keren kan, tapi sebenarnya itu membuat kita tidak fokus! Ketiga, resolusi yang absurd (nggak jelas!) cenderung akan gagal. Resolusi yang absurd itu tidak punya batasan waktu dan langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk mencapainya. Singkatnya, resolusi yang absurd itu tidak SMART (specific, measurable, attainable, relevant, time-bound).



Saya termasuk seorang yang setiap tahun menulis target atau resolusi tahun baru, meskipun pada kenyataannya, sebagian resolusi tahun lalu gagal dicapai atau bahkan terlupakan sebelum waktunya. Menurut saya, membuat resolusi tahun baru itu adalah sesuatu hal yang menyenangkan, yang bisa memotivasi kita untuk menjadi lebih baik lagi. Seandainya target itu belum tercapai, toh setidaknya kita akan sudah mengarah ke sana.

Selamat tahun baru 2016. Semoga resolusi, cita-cita dan impian kita tahun ini tercapai :)

Shoot for the moon. 
Even if you miss, you'll land among the stars.
Share:

Tuesday, 6 October 2015

Enak YA Jadi PEROKOK ! ?


Sosok bungkus rokok + isinya, dijual bebas loh di INDONESIA negara tercinta kita !
usia tua maupun yang muda , mau pria maupun wanita BISA membeli rokok dengan mudah!
kadang, gue suka miris kalau liat anak kecil beli rokok , meskipun tujuannya untuk orang tuanya tapikan opini orang berbeda beda...

Pada awalnya, kok rokok bisa ada? 
Sejak abad ke 16 dan tembakau cepat semakin populer sebagai tanaman obat (farmakognosi) Pada awal abad ke-17 di wilayah Amerika modern, terutama di kolonial Inggris.
Pada tahun 1611, sebuah perkebunan di Virginia Inggris yang dimiliki oleh John Rolf. Benih tembakau ia impor dari Trinidad dan Venezuela, dengan teknologi yang dipinjam dari Sir Walter Raleigh, Bahkan 8 tahun kemudian mulai mengekspor tembakau dari Virginia ke Inggris, John Rolf secara permanen menetap di Dunia Baru dan bahkan menikahi putri kepala India yang memberikan saran untuk mencoba keberuntungannya di tembakau.

Di antara para bangsawan pecinta tembakau antara lain adalah Raja Prusia Frederick I (pada abad ke 18) “Old Joe” (Joe Tua) merupakan merek rokok yang pertama kali muncul didunia dan pertama kali muncul pada perusahaan rokok RJ Reynolds (Richard Joshua Reynolds) pada tahun 1913.
Camel – Salah satu nama merek rokok, yang diakui dunia internasional dan telah menjadi standar kualitas universal. Kronologi industri tembakau Amerika dan sampai hari ini dibagi menjadi dua periode utama yaitu sebelum “Camel” dan setelah “Camel”. Pencipta Camel dan kerajaan tembakau adalah RJ Reynolds Tobacco Company (RJR), Richard Joshua Reynolds turun dalam sejarah tidak hanya sebagai seorang pengusaha yang sukses, tetapi juga sebagai pemasar berbakat.
Perkembangan rokok di Indonesia berawal dari cerita kretek dari kota Kudus, Jawa Tengah.

Ada apa dengan Asbak Dunia ?ia?
 Asbak Dunia disini maksudnya.. Negara penghasil abu sisa hasil rokok yang sedang dibakar, gue sih nyebunya (ASRO) abu hasil rokok. Ssssttt.. gue kasih tau, INDONESIA merupakan negara penghasil ASRO peringkat ke 2 di dunia!
mending kalau peringkat 2 di pendidikan, gue bangga. tapi.. kalau peringkat 2 di dunia setelah India? what do you think? hmmm...

" Ah.. sok tau lo. Lo jangan asal nyebut ya! "

Gue bukan mau sok tau.. disini gue cuma menyebarkan informasi apa yang telah gue dapet dari pembelajaran gue selama ini, dan gue mendapatkan pembelajaran tambahan dari puskesmas cimahi.
Nah.. karna saat itu yang dibahas adalah tentang Narkoba, dalam pikiran gue tercetus pikiran tentang rokok. Dan hasil yang gue peroleh mengejutkan! Indonesia masuk peringkat ke2 penghasil ASRO.


kok bisa bahaya, tapi padahal buatnya biasa aja, toh ada yang dilinting sendiri.. ga masalah ah buat gue.. 
yap.. memang dengan telanjang mata alias dengan penglihatan sekilas sih, rokok ga bahaya bahaya amat kalau diliat dari proses tembakau yang tinggal di linting atau di gulungkan.
Tapi.. memang bukan itu bahayanya.. menurut hasil penelitian yang gue lakukan, rokok sangat berbahaya saat awal mula terbentuk. Ya, seperti contoh ilustrasi diatas tadi..

Pertama, tembakau. nyadar ga sih, kalau sebuah pohon itu harus diberi peptisida dan kawan kawan zat kimia lainnya? nah, itu baru yang pertama..

Kedua, Pohon. Gimana mau hidup di bumi, kalau pohon selalu kita tebangi? gimana mau menghirup oksigen murni, bila tak terlintas rasa peduli?

Ketiga, tembakau dijemur dibawah teriknya matahari, pohon diolah menjadi lembaran lembaran kertas. Gini, tembakau yang dijemur tadi dicuci atau diolah untuk dibersihkan dahulu atau tidak? pernahkah terlintas akan ini?. Pohon, hanya diolah menjadi lembaran kertas yang kemudian nantinya dibakar dan hilang? untungkah buat kita?

Keempat, tembakau dan kertas di jadikan satu untuk siap di linting atau di gulung dengan tenaga manusia. Yang menjadi pertanyaan selama ini , apa benar hanya tembakau dan kertas saja yang di pakai?

Kelima, Siap edar. setelah semua step dilewati, jadilah rokok rokok batangan yang siap dibakar dan dipakai oleh penggunanya. step akhir ini, merupakan step penentu tingginya kebutuhan akan rokok.


emang semua rokok jenis dan isinya sama?
wahahahaa.. kata siapaaa? jadi rokok itu dibagi jadi 5 macem, dan ini nih gue paparin..

1. Bidis: Tembakau yang digulung dengan daun temburni kering dan diikat dengan benang. Tar dan karbon monoksidanya lebih tinggi daripada rokok buatan pabrik. Biasanya ditemukan di Asia Tenggara dan India.

2. Cigar: Dari fermentasi tembakau yang diasapi, digulung dengan daun tembakau. Adaberbagai jenis yang berbeda di tiap negara. Yang terkenal dari Havana, Kuba.

3. Kretek: Campuran tembakau dengan cengkeh atau aroma cengkeh berefek mati rasa dan sakit saluran pernapasan. Jenis ini paling berkembang dan banyak di Indonesia.

4. Tembakau langsung ke mulut atau tembakau kunyah juga biasa digunakan di AsiaTenggara dan India. Bahkan 56 persen perempuan India menggunakan jenis kunyah. Adalagi jenis yang diletakkan antara pipi dan gusi, dan tembakau kering yang diisap dengan hidung atau mulut.

5. Shisha atau hubbly bubbly: Jenis tembakau dari buah-buahan atau rasa buah-buahan yang disedot dengan pipa dari tabung. Biasanya digunakan di Afrika Utara, Timur Tengah, dan beberapa tempat di Asia. Di Indonesia, shisha sedang menjamur seperti dikafe-kafe.

ssstt updatetann..


sekarang udeh ada rokok yang tergolong rokok jenis baru ! namanya ROKOK ELEKTRIK!
kilas info aja deh ya, pertama kali rokok ini bisa ada karena dikembangkan oleh SBT CO LTD , di beijing!

rokok elektrik.. hmm, lebih sehat nih pasti? kan ga pake korekk wkwkw
 eitss.. yang namanya rokok, apalagi berbahan kimia semua.. mana ada kan bahan kimia masuk ke tubuh selain obat itu baik? hehehe..

So, menurut kepala badan POM menjelaskan nih.. bahwa kandungan propilen glikol, dieter glikol dan gliserin sebagai pelarut nikotinnya, ternyata dapat menyebabkan penyakit kanker loh!

terus, buat resiko bagi pengguna aktif atau pasif gimane bang?
bagi perokok pasif, ga berbahaya.. alias lebih aman. Kenapa? karena rokok elektrik ini menghasilkan uap, bukan asap . dan bagi perokok aktif, resiko lebihhh besar kalau pake liquid yang mengandung nikotin.

 ah bodo.. rokok bikin nyaman gini, yang cowok ga ngerokok banci oy! kalau cewek ngeroko beuh.. keren gila! udeh lah, keren kalau ngerokok. penyakit mah urusan akhir..
Gubrakk..
begitulah opini opini para perokok, bagaimana pendapat pendapat yang sepintas bisa membuat pendengar/pembacanya ketawa sejenak.
cowok tanpa rokok = banci
cewek ngerokok = keren!
uwooww.. opini yang tidak sesuai dengan kenyataan juga.
heran memang, sudah dipasang peringatan peringatan yang terus di lakukan oleh pemerintah. Tapi, dibenak mereka (perokok aktif) sih bodo amat, meski harus melihat dampak perokok pada bungkus rokok.

Kalau harus beropini, gue sih mikir nya.. gimana mau berhenti ngerokok? kalau tembakau aja masih di tanem. Iklan iklan rokok aja keren keren. Harga rokok aja , masih murah banget dibandingkan harga rokok diluar negri. beuh..

ah.. rokok aje enak.. penyakit ga penting.. toh ga besar besar amat efeknye..
Tau ga sih? selain rokok dapat menyebabkan kanker blablabla tadi, sebenernya masih banyaaaaaakk sekali efek efeknya. Yah, pasti ga dihiraukan juga sih sama perokok, tapi.. sekedar tau buat yang belum merokok itu penting. nih gue kasih beberapa efek yang gue dapet dari internet :

1. Rokok dengan Jantung : rokok bisa menyebabkan penyakit jantung coy!
2. Rokok dengan Paru-paru : Rokok bisa nyumbat paru paru karna asapnya!
3. Rokok dengan alat reproduksi pada pria : Impoten! percuma ganteng-ganteng impoten.. mending dibilang banci karna ga ngerokok masih bisa berkerja , hihihihi
4. Rokok dengan Mulut : gigi kuning, mulut kering, bau tak sedap . hyek.

masih banyak sebenernya , Intinya aja.. rokok itu bukan buat kita keren bukan buat kita enjoy, rokok itu malah memberi bonus kita supaya orang orang dapat menjauhi dan ilfeel dengan keadaan kita saat merokok.

lah, gue mau gimana kalau berenti gatel mulut.. masih pengen terus. Gimana dong..?
Nih.. dari yang pernah gue dapet.. berenti rokok itu gampang gampang susah sih.. tipsnya simple kok.

pertama... Niat. taukan kenapa niat? ya.. kalau ga ada niat dikitpun mau cara gimanapun ga akan bisa berenti..

kedua.. banyakin liat efek ngerokok. Kenapa? ya karna kita akan tersugesti untuk sedikit demi sedikit mundur dari pengaruh rokok.

ketiga.. ganti rokok dengan permen. Yak.. maksudnya, tiap kali "gatel" pengen merokok, bisa kok di alangin makan permen. coba deh..

tipsnya simpel kan? cobain dulu aja..

Selamat berfikir kembali ya.. inget.
Rokok itu virus yang bisa menyebar, menjadi, dan membunuhmu dan sekitarmu. 

Share:

Monday, 5 October 2015

Kamu Bahagia ?



“Orang gila itu kasian ya” Kata kakak sepupu

“Loh justru kita lho yang harusnya kasian sama diri sendiri. Kita masih mikir hidup, orang gila kan ga mikir apa-apa”

Lalu ada keheningan yang berlalu detik demi detik di antara kita.

Akhir – akhir ini gue iri sama orang gila. Malah sempet mikir, apakah orang gila memandang kita juga lebih gila?. Lebih jelasnya gini, kita memandang orang gila itu sebagai minoritas. Nah mungkin saja orang gila malah memandang kita sebagai mayoritas sebagai orang gila. Ga percaya? jawab 3 pertanyaan gue di bawah ini

Apa kamu pernah merenung ketika butuh uang dan tabungan ga ada?

Apa kamu pernah iri sama orang yang lebih punya sesuatu?

Apa kamu bahagia?

Orang gila ga pernah memikirkan 3 hal itu. Ga percaya? coba deh lihat orang gila lalu kata-katain sedemikian rupa. Dia cuma ketawa dan mungkin mengejar anda karena di anggap bercanda

Justru pertannyaan terakhir yang selalu membayangi gue. Apakah gue bahagia?, gue ga selalu berkecukupan, gue selalu di mudahkan dalam hal apapun, gue yang selalu dapat pujian di kelas, Tapi apa gue bahagia?

No. Gue kesepian

Gue selalu tergantung uang, gue selalu meremehkan hal kecil, gue selalu pelit ilmu, gue selalu sombong, gue selalu tak cocok. Iya itu jawabah sesungguhnya ketika bertanya pada hati kecil gue.

Gue pengen duduk berdua dengan seseorang yang memang bener-bener gue sayang dan dia sayang gue. Tanpa memikirkan uang, tanpa memikirkan dunia. Dan kita hanya mengobrol mengenai lelucon.

Semoga hal itu terjadi.

Apakah kamu sudah bahagia?
Share:

Tuesday, 22 September 2015

The Important Things in Life


Dari kecil, gue udah terbiasa untuk bersyukur atas apa yang gue punya. Bersyukur karena udah diberi hidup, diberi badan yang sempurna, diberi kedua orang tua yang menyayangi gue, diberi sedikit keahlian (dan keberuntungan) dalam menulis, memprogram dan masih banyak lagi. Semua itu nggak lepas dari yang di "atas".

Setiap gue pengin sesuatu, entah barang atau apapun itu, gue selalu berusaha untuk mendapatkannya. Di dalam otak gue, ada satu syaraf yang selalu menyampaikan pesan: If you can see it, you can have it. Yeah, kalo gue pengin sesuatu itu, asalkan gue udah liat, gue pasti bisa mendapatkanya. Bagi gue, sesuatu yang didapat dengan usaha sendiri itu jauh lebih "bermakna" ketimbang sesuatu yang didapat karena meminta kepada orang tua sambil merengek selama 3 bulan pake nangis.

Sesuatu yang didapat dengan usaha sendiri membuat gue lebih berhati-hati dalam menggunakan atau menghabiskannya. Misalnya, gue bela-belain kerja part-time jadi ojek sepeda sepulang sekolah . Niat gue ngumpulin duit untuk bisa beli buku-buku terbaru yang terbit di Gramedia. Pulang sekolah, bukannya langsung ke rumah terus belajar, gue malah ngambil sepeda dengan buru-buru dan menuju pangkal ojek sepeda di depan rumah guru. Siang panas-panasan, keringat mulai berjatuhan, kemeja mulai basah nggak karuan, tapi demi bisa beli buku, gue bekerja mati-matian.

Setelah seminggu lamanya gue bekerja part-time sebagai ojek sepeda, akhirnya duit selama bekerja itu pun terkumpul untuk bisa membeli buku-buku di Gramedia. Gue lalu ke Gramedia dengan sepeda, mencari buku-buku baru, membaca sinopsisnya yang semoga aja bisa membuat gue tertarik untuk membelinya, kemudian membayarnya di kasir. Pulang dari Gramedia, gue puas karena bisa mendapatkan apa yang gue mau dengan usaha sendiri.

Gue jadi lebih berhati-hati membaca buku yang gue beli tersebut. Membalik halamannya dengan penuh kasih sayang, berharap nggak lecek sedikitpun. Selesai baca, gue taruh di rak buku dengan kehangatan tangan ojek sepeda yang gue punya. Menaruhnya dengan beberapa koleksi buku yang sebelumnya udah ada di sana, sembari tersenyum puas karena bahagia.

Kalo ada yang mau minjem buku yang gue beli tersebut, gue juga bakal mikir-mikir buat mengizinkannya. Kalo rusak gimana? Kalo lecek gimana? Kalo nanti nggak dibalikin gimana? Itu kan hasil kerja keras gue, ngorbanin waktu istirahat dan belajar, panas-panasan di pangkalan, betis jadi gede gara-gara goes sepeda, dan kelelahan karena penumpang banyak banget.

Nah, dari contoh di atas, gue jadi lebih berhati-hati dalam menggunakan sesuatu yang gue dapat dengan usaha sendiri. Beda ceritanya kalo gue ngerengek sama orangtua selama 3 bulan, minta beliin sepeda kayak gini:


Setelah dibeliin, gue bakal make seenaknya. Tanpa peduli sepeda itu mau rusak atau hancur nantinya. Pulang ngojek sepeda seperti biasa, bukannya markir dengan bener, gue malah geletakin gitu aja di depan rumah. Secara otomatis, di otak pasti tertanam "Ah bodo amet, kalo rusak kan tinggal minta lagi." Nah, perbedaannya terletak di sini. Gue berhati-hati dalam menggunakan sesuatu karena gue inget, usaha gue untuk mendapatkannya nggak mudah. Gue seenaknya dalam menggunakan sesuatu karena gue inget, ini kan gue dibeliin sama orang tua. Jadi kalo rusak, ya tinggal minta lagi.

Yap, maknanya berbeda. Beberapa orang kebanyakan pengin yang instan, daripada usaha sendiri untuk mendapatkannya. Beberapa orang seharusnya malu, karena dengan pikiran "Ah, gue bisa minta orangtua gue beliin lagi", mereka secara nggak langsung bakal tumbuh dengan manja, selalu mengandalkan orang lain. Memang, kita ini makhluk sosial, yang membutuhkan orang lain untuk hidup. Tapi, apakah kalian nggak mau usaha sedikit, tanpa merepotkan orang lain, demi sesuatu yang kalian impikan? Apakah kalian harus selalu mengandalkan orang lain, demi sesuatu yang nantinya bakal kalian pamerkan ke teman-teman? Kalo nggak mau berjuang untuk mendapatkan sesuatu, cukup berhentilah berharap untuk mendapatkannnya.

Gue pernah denger cerita yang menginspirasi dari negeri China. Ada seorang gadis kecil, bernama Ma Yan, yang berjuang demi mendapatkan pendidikan. Ma Yan harus menempuh perjalanan sejauh 20km untuk mencapai sekolahnya. Suatu saat, Ma Yan ingin membeli sebuah pena seharga 2 yuan, setara dengan uang jajannya selama 2 minggu. Uang jajannya itu nggak dipakai buat jajan, tapi untuk membeli sedikit sayur dan lauk sebagai teman makan siangnya dengan nasi putih. Uang jajan itu juga lah yang harus dipakainya untuk transportasi, naik traktor, apabila suatu saat Ma Yan merasa capek berjalan sejauh 20km. Karena keinginannya yang kuat untuk mendapatkan pena tersebut, Ma Yan rela menahan diri untuk menikmati nasi putihnya tanpa sayur ataupun lauk.

Selama 3 minggu, Ma Yan harus makan nasi putih TANPA ada sayur dan lauk. Bahkan, garam pun nggak ada untuk menghilangkan rasa tawar di mulutnya itu. Hingga pada satu saat, Ma Yan bener-bener nggak mampu menelan nasi putih tersebut bila nggak dipaksa. Ma Yan merasa mual dan ingin muntah. Ma Yan pun harus berpuasa selama 24 jam demi mendapatkan bakpao sebagai menu makan malamnya di asrama setiap hari. Pagi harinya, Ma Yan hanya mendapatkan secangkir teh panas TANPA ada sesuatu lagi untuk dimakan.

Karena keterbatasan biaya, ibu Ma Yan harus memilih antara Ma Yan atau adiknya yang harus sekolah. Ma Yan protes, dalam sebuah tulisan di balik bungkus tepung yang dibacakannya di depan ibunya (ibunya buta huruf). Katanya: "Ibu, aku tak mau berhenti sekolah. Lakukan sesuatu agar aku bisa tetap sekolah sehingga nasib kita bisa berubah." Ma Yan menunjukkan kepada ibunya, keinginannya yang kuat untuk sekolah.

Pena yang dulu diimpikan oleh Ma Yan, akhirnya mengantarkan lembaran "buku harian"-nya ke sebuah grup petualang dari Perancis yang sempat datang ke desa tempat Ma Yan tinggal tersebut. Ibu Ma Yan yang menyerahkan lembaran buku harian itu berasumsi bahwa para petualang dari Perancis sedang mencari anak pintar di desanya. Kehilangan buku harian tersebut membuat Ma Yan merasa kehilangan sebagian besar jiwanya. Tapi, sang Ibu meyakinkan bahwa naluri seorang Ibu nggak akan salah. Dan benarlah naluri Ibu Ma Yan. Kisah dalam lembaran buku harian itu berhasil diangkat menjadi sebuah buku yang berjudul: The Diary of Ma Yan: The Struggles and Hopes of a Chinese Schoolgirl. 

Cerita di atas menginspirasi gue, biar gue bisa lebih bersyukur terhadap kondisi dengan segala keterbatasan yang ada. Gue harus selalu berusaha, sebelum mengandalkan orang lain. Karena itu, gue selalu menanamkan kalimat ini di kepala gue: Lihat "ke atas" biar kita tahu diri, lihat "ke bawah" biar kita selalu bersyukur. Ya, dengan itu, gue belajar bahwa sehebat apapun gue, gue harus tahu diri, gue sadar bahwa pasti ada aja yang lebih hebat dari gue. Seburuk apapun gue, gue harus selalu bersyukur. Gue nggak bakalan mau sombong, karena gue sadar, gue masih memerlukan oksigen untuk napas.


Gue juga sadar, gue masih mampu berusaha, makanya gue nggak pernah minta-minta. Gue selalu inget, siapa aja yang ada di sebelah gue saat gue bukan siapa-siapa, saat gue ada di bawah, sampai kayak sekarang ini. The important things in life, jangan pernah berhenti berusaha dan jangan menyerah mendapatkan apa yang kalian mimpikan. Selalu ingat untuk bersyukur atas apa yang udah diberikan.
Share: